Hati Hati Air Zamzam Palsu Beredar di Tanah Abang


Kepolisian Resor Jakarta Pusat membongkar bisnis air zamzam palsu. Rabu kemarin, 1 April 2015, rumah produksi zamzam palsu yang terletak di kawasan, Kembangan, Jakarta Barat dan Kramat Jati, Jakarta Timur, digerebek.
Inilah ruko tempat pembuatan air zamzam palsu di Jakarta Bara
gambar ruko



"Penggeledahan ini dilakukan petugas untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah terhadap peredaran air zamzam palsu yang beredar di kawasan Jakarta Pusat seperti Tanah Abang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan, Kamis, 2 April 2015.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan empat tersangka masing-masing berinisial R, S, A dan W. Usia mereka berkisar 20 sampai 28 tahun.

"Keempat tersangka dan sejumlah barang bukti di bawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Tatan.
Pemilik pabrik jarang bergaul
Sejumlah warga di Jalan Karya Utama Dalam, Gang Mufakat Rt 3, Rw 6, Serengseng, Kembangan, Jakarta Barat dihebohkan dengan salah satu produksi rumahan isi ulang air zamzam palsu.
Tak hanya itu, rumah tersebut juga menjual berbagai makanan khas Timur Tengah seperti Kurma dan Kismis yang juga diduga palsu.
Pemilik rumah yang diketahui bernama Nasrudin (43 tahun), mengaku tak tahu jika rumah yang dikontrakannya itu dijadikan sebagai tempat produksi air zamzam palsu.

"Saya nggak tahu jualan apa, tiba-tiba digerebek saja. Terus langsung di bawa polisi. Merekangontrak di sini (rumahnya) baru tiga bulanan," kata Nasrudin ketika ditemui di lokasi.

Ketua Rw 6, Saadan, juga mengaku tak tahu soal adanya rumah produksi zamzam palsu di lingkungan warganya itu. Kata dia, baik Nasrudin maupun pengontrak selama ini tak pernah melaporkan identitas pelaku yang kini sudah ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Saya malah tahunya dari media. Mereka (Nasrudin dan Pengontrak) juga tidak pernah melapor ke saya. Tapi baguslah kalau di gerebek, karena itu meresahkan warga," ujar Saadan.

Warga sekitar juga menerangkan, saat beroperasi, para pekerja itu tidak pernah bersosialisasi baik dengan warga maupun dengan tetangga.
"Hanya terlihat beberapa mobil aja keluar masuk kalau pagi dan sore, orangnya nggakpernah bergaul juga," ujar Abi, salah satu warga.

Kondisi ruko tempat suplai air ini sekarang dalam keadaan terkunci dan disegel pihak kepolisian. viva.co.id